Dampak Perubahan Iklim terhadap Peternakan

Climate change on livestockApakah betul bumi mengalami perubahan iklim? dan apa dampaknya terhadap peternakan? Pertanyaan-pertanyaan ini sering dilontarkan dalam diskusi membahas perubahan iklim global.

Tidak dapat dipungkiri bahwa bumi tengah mengalami perubahan iklim dan terus berubah. Hal ini dibuktikan dengan semakin meningkatkan temperatur bumi dalam 50 tahun terakhir ini. Laporan Interpanel Govermental for Climate Change (IPCC) menyatakan bahwa pada tahun 2100 dperkirakan temperatur permukaan bumi meningkat antara 0.4 – 4.8oC.

Lalu apa dampaknya perubahan temperatur global tersebut bagi peternakan?

Dampak perubahan iklim terhadap peternakan adalah diakibatkan oleh kenaikan temperatur, peningkatan konsentrasi karbondioksida dan perubahan curah hujan. Hal ini akan berdampak pada: 1) produksi tanaman pakan, 2) ketersediaan air, 3) penyakit, 4) produktivitas ternak, 5) reproduksi, dan 6) biodiversity.

Peningkatan konsentrasi CO2 di atmosfir menyebabkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman pakan menurun. Peningkatan temperatur dapat menyebabkan kualitas pakan menurun, disamping itu akan menyebabkan penurunan biodiversitas tanaman pakan. Dengan demikian akan terjadi kelangkaan pakan ternak.

Kekurangan ketersediaan air yang disebabkan perubahan curah hujan akan berdampak langsung terhadap produksi ternak, karena air sangat penting bagi ternak dan juga bagi pertumbuhan pakan ternak. Kekurangan air minum pada sapi perah menyebabkan terjadinya penurunan produksi susu.

Perubahan iklim global akan terhadap kesehatan hewan. Peningkatan temperatur menyebabkan akan ternak mudah terserang penyakit bahkan menyebabkan kematian. Peningkatan temperatur juga memudahkan perkembangan mikrooranisme patogen dan parasit, sehingga ternak lebih rentan terhadap serangan penyakit.

Dampak yang paling merugikan adalah terjadinya penurunan produktivitas. Hal ini disebabkan oleh cekaman panas (heat stress) akibat peningkatan temperatur lingkungan. Pada ternak sapi perah cekaman panas menyebabkan terjadinya penurunan produksi susu, demikian juga pada sapi potong akan menyebabkan penurunan pertambahan berat badan. Adanya cekamam panas secara langsung akan menyebabkan penurunan konsumsi, gangguan metabolisme dan utilisasi nutrien. Cekaman pakan juga akan berdampak pada penurunan efesiensi reproduksi ternak.

Dalam jangka panjang perubahan iklim global akan berdampak pada berkurangnya keragaman genetik, baik pada tanaman pakan maupun keragaman ternak. [igp]

Leave a Reply